Tips Bedakan Furniture Antik Original dan Repro

Apakah Anda termasuk pengemar barang antik? Atau memiliki mebel yang mungkin antik dan penasaran dengan keaslian barang tersebut? Anda pun harus memiliki kejelian membedakan produk furniture antik dan furniture repro. Karena saat ini banyak barang repro menyerupai barang antik yang dijual dengan harga yang tidak masuk akal.

Tips Bedakan Furniture Antik Original dan Repro

Berikut ini hal yang perlu Anda ketahui tentang furniture antik dan furniture repro

Furniture antik adalah furniture yang di buat sekitar seabad yang lalu dalam orogonal layak beli dan sudah tidak dibuat lagi. Dikatakan antik karena telah teruji keaslia dan usianya. Barang antik ini tidak pernah mengalami ubahan ataupun penggantian bagian dan tetap dibiarkan apa adanya seperti aslinya.

Sementara furniture repro adalah produk berbahan kayu lama atau bekas untuk dibuat menjadi produk baru, contohnya kusen bekas bongkaran rumah kemudian dibuat lagi menjadi meja, kursi almari dan lain sebagainya. Kurang lebih tahun 2013 yang lalu,  barang repro ini menjadi trend pasar utamanya luar negeri dari para perajin Jepara. Memiliki keunggulan bahan kayu kayu bekas yang telah terbukti kadar air serta kekuatannya menjadikan furniture jenis ini sangat diminati pada masanya.

Ada beberapa ciri dasar yang membedakan kedua macam furniture di atas, yaitu

Usia; Usia yang dimiliki barang antik adalah sekitar 100 tahun dengan pembuatan sekitar abad ke 19. Sementara barang repro tidak dapat dilihat berdasar usia kayu, keran sudah melalui proses pembuatan ulang dan peremajaan meskipun bahan yang digunakan adalah kayu bekas yang mungkin juga sudah berumur.

Bahan; Furniture antik umumnya memiliki bahan yang termakan usia, memiliki banyak cacat pada permukaan kayu, warna kayu juga terlihat kusam dan gelap. Furniture repro mungkin saja memiliki tampilan seperti barang antik, namun terlihat lebih baru karena proses kedua yang dialami oleh kayu-kayu bekas kapal atau bekas rumah tersebut.

Jenis Penggunaan Bahan; Furniture zaman dahulu umumnya menggunakan bahan kayu utuh tanpa ada sambungan. Pada barang repro, karena bahan yang digunakan adalah bekas, maka mungkin saja banyak terdapat sambungan ataupun tambalan.

Jenis Kayu; Furniture tua akan menggunakan kayu yang keras semisal jati dengan nilai jual yang semakin tua semakin mahal harganya karena semakin solid dan memiliki tampilan yang bagus. Jenis kayu yang digunakan oleh barang repro hampir sama dengan furniture pada umumnya, namun memiliki tampilan yang sedikit kusam karena memang bekas dipakai.

Aksesoris; Bagian pelengkap barang antik seperti engsel ataupun kunci dan handle biasanya memakai bahan daru besi. Walau sudah berkarat, aksesoris ini sekaligus menjadi tanda bahwa furnitur tersebut masih asli. Pada mebel repro, biasanya aksesoris yang digunakan adalah aksesoris baru namun memilki desain kuno atau lawas menyesuaikan dengan konsep barang yang dimaksud.

BACA JUGA: FURNITURE MINIMALIS UNTUK KECANTIKAN INTERIOR RUMAH ANDA

Itulah tadi beberapa hal yang mungkin bisa Anda gunakan sebagai acuan membedakan furniture klasik dengan repro. Karena memiliki nilai estetika tersendiri, kedua macam barang ini memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *