Ciri Khusus yang Terdapat Pada Ukiran Jepara

Selama ini, Jepara memang terkenal dengan kerajinan ukirannya yang sudah banyak dikenal di seluruh Nusantara, bahkan dunia. Bukan hanya karena keunikannya dan juga cita rasa seninya yang tinggi, tetapi juga ukiran-ukiran khasnya yang menjadi pembeda ukiran Jepara dengan ukiran daerah lain.

Ciri Khusus yang Terdapat Pada Ukiran Jepara

Kebanyakan dari ukiran Jepara memang menggunakan motif uraian-uraian tumbuhan yang menjalar dengan tambahan daun, bunga, hingga ranting-ranting tumbuhan. Berikut penjelasan mengenai ciri khas dari ukiran Jepara yang harus Anda ketahui untuk mengenal keindahan dari karya seni dari Indonesia yang telah lama ada bahkan sejak dulu kala:

  • Motif Tumbuhan yang Khas

Ukiran Jepara berbada dengan yang lain, karena menggunakan bentuk-bentuk dari tumbuhan untuk sebagain besar bentuk ukirannya. Seperti tumbuhan menjalar yang disertai dengan daun yang lebar, bunga kuncup atau bermekaran, yang juga disertai dengan ranting-ranting kecil dan juga runcing.

  • Motif Tangkai Relung

Motif Tangkai Relung adlaah salah satu ciri khas dari ukiran Jepara, yang berbentuk panjang dan juga melingkar, dengan penampangnya yang berbentuk segitiga.

  • Kekhasan Ukiran dengan Motif Jumbai

Salah satu ciri khas dari ukiran Jepara adalah penggunaan motif Jumbai, dengan bentuknya berupa daun yang terbuka lebar dan menyerupai sebuah kipas tangan. Bentuk khas dari motif ini adalah seragamnya bentuk daun yang diukir sehingga memberikan kesan yang seirama dan juga dinamis. Selain itu, biasanya motif ini menggunakan ukiran dengan helai daun berjumlah 3 dan 5 atau yang biasa disebut buah wuni. Uniknya, di setiap ukiran Jepara, bentuk ujung daunnya selalu runcing.

  • Motif Trubusan yang Memiliki Tingkat Kesenian yang Tinggi

Motif yang satu ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu motif Trubusan yang keluar dari sepanjang tangkai relung yang berbentuk daun. Dsatu lagi jenis motif Trubusan yang keluar dari ruas atau cabang, yang berupa ukiran berbentuk buah. Buah-buahan yang berjejer memanjang.

  • Dipadukan dengan Motif Burung Merak

Tidak hanya memululu menggunakan motif dengan ukiran-ukiran bentuk tumbuhan, tetapi ukiran Jepara juga memadukannya dengan motif Burung Merak. Diketahui sendiri, kalau buruk merak memili bulu-bulu indah yang bisa mengembang lebar. Inilah yang membuat daya tarik ukiran Jepara bertambah.

BACA JUGA: INILAH PROSES UNIK DARI UKIRAN JEPARA YANG MUNGKIN BELUM ANDA KETAHUI

  • Menggunakan Kayu Jati atau Mahoni

Selama ini, ukiran Jepara memang terkenal karena kualitasnya karena menggunakan kayu yang berkualitas sperti kayu jati atau mahoni. Dua jenis kayu tersebut memang terkenal dengan kualitas unggulannya, seperti susunanya yang padat dan lebih tahan lama. Maka tidak heran, jika ukiran Jepara harga bandrolnya bisa begitu tinggi.

Untuk Anda, yang tertarik dengan ukiran Jepara, bisa menggunakannya untuk furniture dengan berbagai gaya dekorasi. Mulai dari dekorasi bergaya jadul maupun gaya yang kekinian. Tetap cocok dan memiliki sisi keindahanserta cita rasa etnis nusantara yang kental.

Inilah Jenis Bahan Furniture Kayu yang Banyak Dipakai di Indonesia

Furniture tentu menjadi sebuah bagian penting yang wajib ada di rumah atau dimanapun juga sehingga fungsinya pun bisa berjalan sebagaimana mestinya. Untuk furniture sendiri kini sudah banyak sekali berkembang. Yang paling kentara perkembangannya selain dari bentuk adalah dari bahan pembuatannya. Indonesia sendiri sangat kaya dengan beragam jenis kayu sehingga tak heran apabila furniture kayu sangat digandrungi meski sudah ada material pembuatan furniture lainnya.

Inilah Jenis Bahan Furniture Kayu yang Banyak Dipakai di Indonesia

Sebetulnya semua jenis kayu dapat dibuat menjadi bahan baku sebuah furniture. Meski demikian ada syarat kayu yang harus dipenuhi yakni kayunya memiliki tingkat keras yang baik. Alasannya tentu saja kayu dengan tingkat keras yang baik akan bisa diproses dengan mudah baik dipotong, diukir, di amplas hingga proses lainnya. Intinya, apapun untuk jenis kayunya, maka tingkat kerasnya haruslah cukup sehingga dapat dipakai untuk pembuatan beragam jenis furniture kebutuhan Anda.

Meski banyak juga kayu yang keras saat ini, ternyata hanya ada beberapa kayu saja yang kerapkali dipakai sebagai bahan baku pembuatan kursi, lemari, pintu dan lainnya. Berikut ini beberapa jenis kayu yang kerap dipakai untuk membuat furniture kayu:

  • Kayu jati

Tentu Anda sudah tidak asing dengan kayu jati. Ya, kayu yang satu ini memang bisa dibilang sebagai jawara untuk pembuatan furniture. Peminat furniture dengan bahan kayu jati memang amat sangat banyak sekali. Tak hanya dalam negeri saja, namun orang luar pun begitu mengapresiasi furniture dari bahan kayu jati ini. Selain terkenal karena kekuatan dan juga ketahanannya, furniture dengan bahan kayu jati juga memberikan kesan elegan dan mewah. Harga furniture dari kayu jati sendiri memang cukup tinggi.

  • Kayu mahoni

Selain kayu jati, ada juga jenis kayu mahoni yang sangat banyak dimanfaatkan untuk bisa membuat furniture. Kayu yang satu ini dipilih mengingat kualitasnya cukup baik dengan harga yang lebih murah apabila dibandingkan dengan harga kayu jati. Selain kualitasnya terjaga, furniture dengan kayu mahoni juga mampu hemat biasa produksi.

  • Kayu sonokeling

Pernahkah Anda mendengar nama dari kayu ini? Kayu yang satu ini punya keunikannya sendiri. Warnanya gelap namun alami tanpa harus memberikan pewarna. Selain daripada itu, furniture dari kayu sonokeling juga sudah dikenal tahan lama dan bentuknya elegan. Serat kayunya indah sehingga bisa memberikan kesan dekoratif alami yang amat bagus.

BACA JUGA: TIPS MEMILIH DAN MERAWAT FURNITURE KAYU DENGAN BENAR DAN TEPAT

Itulah beberapa kayu yang banyak dipakai untuk bahan pembuatan furniture. Sebetulnya ada masih banyak lagi jenis kayunya, namun memang yang paling sering dan mudah ditemukan adalah ketiga kayu tersebut. Meski era sudah modern, namun furniture kayu memang memiliki tempat tersendiri di hati penikmatnya.

 

Beberapa Bahan Kursi Kayu Terbaik yang Bisa Anda Gunakan

Indonesia terkenal di manca negara dengan hasil hutannya yang kaya serta beragam dan membuat para pembeli dari negara lain pun lebih memilih sesuatu yang buatan hasil hutan Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Yang menjadi bahan yang paling dicari dan diminati oleh mereka adalah kayu. Dengan ini, mereka dapat membuat berbagai jenis furniture yang berguna di kehidupan sehari-hari mereka, seperti misalnya membuat kursi kayu. Membuat sebuah tempat duduk ini tidak bisa sembarangan karena akan sangat berbahaya jika keropos atau rusak secara tiba-tiba, orang yang mendudukinya pun pasti akan jatuh dan jika terkena tulang ekor mereka, maka hal ini bisa sangat fatal.

Untuk itu, kualitas dari kursi kayu pun harus Anda perhatikan dan ketahui. Berikut adalah beberapa bahan terbaik untuk dijadikan tempat duduk:

Baca juga: MODEL KURSI KAYU SANTAI YANG COCOK UNTUK DI HALAMAN RUMAH

  • Jati

Jenis yang satu ini adalah yang paling banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia serta di negara lainnya. Jenis ini sangat terkenal dengan keras dan tahan lamanya. Selain itu, jenis ini juga memiliki tekstur yang indah serta pola seratnya yang unik dan mampu memberikan kesan elegan atau mewah pada setiap jenis furniture yang dibuat. Dengan memiliki kandungan minyak di dalamnya, jenis ini akan terhindar dari rayap, jamur, dan lain sebagainya. Tapi mengingat kualitasnya yang begitu baik, harganya pun juga terbilang cukup mahal.

  • Mahoni

Jenis ini juga banyak sekali peminatnya dan termasuk bahan yang paling sering digunakan dalam pembuatan meubel. Jenis ini banyak digunakan untuk membuat badan gitar karena memiliki tekstur yang terbilang lembut dan memiliki corak yang indah. Selain itu, jika dibandingkan dengan Jati, jenis ini jauh lebih murah namun kualitasnya juga masih dibilang baik. Jenis ini sangat cocok untuk dijadikan bahan pembuat kursi serta beberapa furniture lainnya seperti pintu, lemari, meja, dan lain sebagainya.

  • Sonokeling

Nama jenis ini memang sedikit asing dan memang jarang didengar oleh orang awam. Namun bagi pengusaha meubel, jenis ini sangat mereka kenal karena karakternya yang unik. Kayunya yang berwarna merah tua dan juga berwarna ungu dengan garis hitam yang terlihat natural serta kayunya yang keras inilah yang membuat pengrajin meubel tertarik untuk memakainya sebagai bahan pembuat kursi. Selain itu tekstur dari jenis ini juga halus, menarik, elegan dan tentunya tahan lama dan tahan air.

  • Akasia

Jenis ini pastinya sangat familiar untuk Anda karena pohon Akasia ini bisa didapati di pinggir jalan dan berfungsi sebagai peneduh saat berjalan di jalanan tersebut. Jenis ini memiliki karakter yang sedikit mirip dengan Jati yaitu kuat. Selain itu, jenis ini juga cocok untuk dijadikan kursi kayu karena tahan serangga. Namun, ternyata jenis ini memiliki kekurangan, yaitu tidak bisa terkena air dan berada di suhu yang lembab karena rentan akan jamur.