Inilah Proses Unik dari Ukiran Jepara yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Sejarah ukiran Jepara dimulai pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat. Dari tradisi keahlian mewarisi warisan nenek moyang masyarakat Jepara. Awalnya dia menggunakan batu sebagai bahan untuk membuat patung. Pada saat itu, pengetahuan masyarakat lokal meningkat lebih banyak dan orang-orang di jepara tertarik untuk belajar mengukir. Para pengrajin lebih memilih menggunakan kayu Jati dan Mahoni sebagai bahan dasar untuk ukiran mebel mereka. Jepara adalah kota di provinsi Jawa Tengah, Indonesia dekat dengan Gunung Muria di mana memiliki banyak pohon Jati dan Mahoni.

Inilah Proses Unik dari Ukiran Jepara yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Kedua jenis kayu memiliki kualitas yang baik terutama digunakan sebagai bahan ukiran mebel, dan hingga kini patung memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Jepara. Para pengrajin dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan industri patung sekarang makmur yang kemakmuran kehidupan masyarakat ditopang oleh industri ukiran dari Jepara.

Proses ukiran Jepara yaitu seperti berikut:

  • Pilihan kayu.

Sifat kayu yang diukir membatasi ruang lingkup pengukir di kayu itu tidak sama kuatnya di semua arah, itu adalah bahan anisotropik. Arah di mana kayu terkuat disebut biji-bijian yang mungkin lurus, berpaut, bergelombang atau fiddleback.

  • Design.

Pengrajin harus cerdas untuk mengatur bagian-bagian desain yang lebih halus di sepanjang butiran bukannya melintanginya. Namun seringkali garis yang paling cocok digunakan, karena desain mungkin memiliki beberapa titik lemah dalam arah yang berbeda, atau orientasi ini sepanjang butir akan memerlukan detail ukiran pada biji-bijian akhiryang jauh lebih sulit. Ukiran kosong juga kadang-kadang dirakit, seperti kuda karousel, dari banyak papan yang lebih kecil, dan dengan cara ini orang dapat mengorientasikan berbagai bidang ukiran dengan cara yang paling logis, baik untuk proses ukiran dan untuk daya tahan.

  • Aturan-aturan utama.

Hal ini dapat terus-menerus dilihat dalam pekerjaan yang rusak, ketika akan diperhatikan bahwa, sedangkan sulur, ujung paruh burung, dan lain-lain. Disusun di atas biji-bijian telah dipecah, rincian serupa dirancang lebih selaras dengan pertumbuhan kayu dan tidak terlalu dalam melemahkannya tetap utuh.

Baca juga artikel menarik lainnya di seputarfurniture.com

Kayu keras memang relatif mudah dikerjakan. Mahoni dan jati juga merupakan kayu yang sangat bagus, sementara untuk pekerjaan halus, kenari Italia, maple sycamore, apel, pir, kotak atau plum, biasanya dipilih. Hiasan yang akan dicat dan tidak terlalu halus sifatnya sering diukir di pinus, yang relatif lunak dan murah. Di provinsi Jawa memiliki banyak hutan Jati dan Mahoni. Orang-orang jepara mampu menciptakan patung kuda yang terbuat dari akar pohon jati dengan inovasi, pengetahuan dan keterampilan mereka, dimana sebelumnya akar pohon itu tidak berharga dan hanya digunakan untuk bahan bakar kayu untuk memasok untuk memasak. Banyak sekali ukiran Jepara yang telah di pasarkan.

4 Keunggulan Membeli Furniture dengan Ukiran Jepara

Mebel atau yang juga dikenal sebagai sofa memang lebih banyak dipilih oleh masyarakat untuk ditempatkan di ruang tamu rumah mereka, jika dibandingkan dengan furniture kursi yang lainnya. bukan tanpa alasan, melainkan jika melihat dari segi tampilannya jauh lebih indah, begitu juga kenyamanannya, apalagi untuk rumah-rumah yang lebih senang dengan arsitektur klasik, khas Jawa. Mebel dengan ukiran Jepara ini dapat dijadikan sebagai pilihan.

 4 Keunggulan Membeli Furniture dengan Ukiran Jepara

Ukiran Jepara sendiri mungkin sudah sangat dikenal oleh masyarakat, merupakan bentuk ukiran yang agaknya diaplikasikan pada beberapa produk furniture rumah tangga. Di pasaran sendiri agaknya juga sangat mudah untuk menjumpainya, dengan kisaran harga yang masih terbilang murah atau terjangkau, tak kalah dibandingkan dengan model furniture modern saat ini. ada banyak sekali diantara keunggulan yang ditawarkan oleh produk furniture semacam ini, diantaranya adalah: 

  1. Memiliki ciri khas, dibandingkan dengan ukiran atau pola-pola pahatan yang lainnya, maka untuk pahatan khas dari Jepara ini memang memiliki ciri yang khas. Inilah yang membuat nilai artistiknya menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan furniture lainnya, karena kerumitan dalam pembuatannya membuatnya memiliki nilai seni tersendiri.
  2. Bahan atau material yang dipakai dalam pembuatannya juga berkualitas tinggi, umumnya material yang dipakai dalam pembuatan furniture yang satu ini tidak main-main yaitu kayu dari jati, tentunya sudah tak begitu asing lagi bagi Anda, bahwa kayu yang satu ini dikenal memiliki kepadatan yang tinggi, juga bisa tahan lebih lama dibandingkan dengan kayu lainnya.
  3. Mudah perawatan, tentunya saat membeli sebuah furniture Anda harus selektif tak hanya melihat dari segi tampilannya saja, melainkan juga cara perawatannya, dibandingkan dengan sofa yang full bantalan atau body empuk, maka sofa atau mebel khas semacam ini jauh lebih mudah dirawat, tak harus dibersihkan setiap saat, selain itu komponen atau bagian lainnya yang terbuat dari bahan dasar kayu juga lebih mudah untuk dirawat, tinggal rajin-rajin saja membersihkannya atau dengan cara mempliturnya agar lebih mengkilap.
  4. Finishing yang tampak mewah, terakhir dari hasil finishing atau sentuhan akhir, jika dilihat model sofa semacam ini memiliki look yang mengkilap karena diplitur, selain itu juga akan memberikan kesan yang lebih mewah. Menjadikan ruang tamu di rumah Anda nantinya akan tampak megah.
Baca juga artikel menarik lainnya di seputarfurniture.com

Tertarik untuk memiliki furniture dengan ukiran Jepara tersebut, sebaiknya pilah-pilih juga antara ukuran dengan model yang diinginkan, selain membeli jadi, agaknya konsumen juga bisa memesannya secara langsung, sesuai dengan keinginan, ini lebih efektif untuk memberikan tampilan properti yang lain dari pada lainnya, namun untuk pemesanan ini memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan membeli dalam bentuk jadi.