Mengenal Varian dan Kualitas Furniture Jepara

Seperti yang disebutkan dalam artikel sebelumnya, furniture Jepara memang menerapkan sistem grade pada produk mebel mereka. Diantaranya adalah 3 kategori kualitas A, B dan C. Anda yang sedang saat ini sedang mencari furniture mebel, tidak perlu ragu untuk memilih furniture khas ini karena ketiga golongan kualitas tersebut tetap menjamin buatan perajin Jepara. Dengan harga yang berbeda, sistem grading tersebut menghasilkan varian dan kualitas produk furniture yang berbeda pula.

Mengenal Varian dan Kualitas Furniture Jepara

Pada dasarnya faktor yang menentukan ragam kualitas furniture Jepara antara lain dipengaruhi oleh hal-hal utama seperti kualitas kayu, material finishing, peralatan pertukangan yang digunakan. Masih ada faktor lain seperti konstruksi mebel dan kualitas ukiran yang juga menjadi faktor lain yang ikut menentukan harga mebel tersebut. Selanjutnya mari kita bahas faktor tersebut;

Bahan Baku Kayu

Faktor utama yang mempengaruhi perbedaan kualitas adalah bahan baku. Dimana kulaitas kayu jati dipengaruhi oleh 3 hal yaitu diameter, panjang dan lokasi tumbuh. Kayu yang memiliki diameter besar maka bisa dipastikan berasal dari pohon yang besar dan tua dengan serat yang kuat dan solid. Semakin besar semakin baik dan mahal. Panjang kayu pun berlaku hal yang sama. Sementara untuk lokasi, pada umumnya kayu dari daerah tandus memiliki serat yang lebih baik sehingga lebih mahal. Kayu jati yang tumbuh di lahan Perhutani terawat dan lebih baik dibanding di lahan rakyat.

Umumnya ukuran kayu yang digunakan berdiameter mulai dari 18 cm (A1) yang biasanya masih muda, dengan serat kayu yang masih labil. Dengan diameter yang kecil, maka bagian penampang terlihat garis-garis putih di bagian pinggiran papan. Sementara kayu A2 (diameter 20 – 30 cm), cukup tua dengan warna penampang mebel yang rata tanpa belang putih. Kayu A3  dengan diameter 30 – 40 cmaling ideal untuk dibuat furniture karena tua dan serat yang stabil tidak menyusut. Ada lagi kayu Jati kelas di atasnya namun harganya bisa jadi sangat mahal.

Material Finishing

Bahan finishing dibedakan menjadi 3 yaitu Melamine, Nitrocellulose serta Polyurethane. Dimana Melamine digunakan untuk mebel minimalis yang mudah melapisi sempurna menutup pori kayu. Pelapis ini harganya murah serta prosesnya mudah namun mudah mengelupas. NitroCellulose menghaslkan warna lebih natural untuk mebel klasik dengan ukiran dan detail rumit. Polyurethane, yang paling mahal karena kualitas yang sanggup menutup sempurna serta memiliki lapisan film yang sangat kuat tak mudah tergores.

Varian Grade

Mebel Jepara ditawarkan dalam 3 macam grade atau kelas. Mulai dari Grade C umumnya memiliki bagian belang dengan tingkat ketahanan yang terbatas. Grade ini lebih dipilih oleh konsumen dengan harga yang paling terjangkau selama mereka memahami betul tentang seluk beluk kayu. Grade B dibuat dari kayu jati berdiameter besar dengan warna dan serat yang lebih merata. Dengan harga yang lebih mahal dibanding grade C, furniture ini juga menjadi pilihan apabila Anda memiliki anggara lebih. Grade A lebih mahal dengan standar spesifikasi terbaik. Ketiga grade tersebut dikerjakan menggunakan peralatan pertukangan yang berbeda kelasnya dengan tingkat presisi yang bertingkat pula.

BACA JUGA: KEUNGGULAN FURNITURE JEPARA YANG TIDAK DIRAGUKAN

Faktor konstruksi dan ukiran juga turut mempengaruhi harga dan kualitas furniture Jepara yang akan Anda beli. Namun kedua faktor tersebut masih kala penting dibanding ketiga faktor di atas dimana Anda pun bisa dengan mudah menilainya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *