Mengenal Ciri Furniture Asia Antik yang Tidak Banyak Diketahui

Rumah dengan segala furniture di dalamnya memang selalu menarik untuk dikulik. Hal ini lantaran kenyamanan rumah sangatlah penting bagi para penghuninya. Belum lagi rumah besar dan mewah adalah salah satu penunjang gengsi dan status di masyarakat. Hal inilah yang menjadikan banyak orang yang sangat giat memburu furniture Asia, Eropa hingga furniture jenis lainnya demi mempercantik interior di rumahnya. Dengan tambahan furniture, maka rumah akan terlihat semakin berisi dan menawarkan kemewahan berbeda.

Furniture dalam kategori antik masih saja selalu mampu untuk membius penggemar dimanapun. Meski kini sudah muncul banyak sekali furniture yang terbaru dengan desain yang kekinian, namun ternyata pecinta furniture antik tetap belum bisa berpaling. Tak heran jika semakin antik furniture tersebut, maka semakin tinggi juga harganya. Sebagai tambahan informasi, tren memiliki furniture antik sudah ada sejak tahun 80-an ketika perdagangan di dunia telah tumbuh dengan semakin baik. Furniture seperti meja, lemari dan kursi antik laris manis pada zaman tersebut dan hingga saat ini.

Baca juga: FURNITURE ASIA KHAS JEPANG MINIMALIS DENGAN UNSUR ALAM

Untuk furniture Asia sendiri memiliki ciri khas berbeda dengan furniture dari benua lainnya. Berikut ini beberapa ciri keantikan dasar dari furniture dari wilayah Asia yang tidak banyak diketahui:

  • Furniture antik jika usia yang dimilikinya sudah masuk lebih dari 100 tahun sehingga jika dilihat pada tahun seperti ini, maka furniture dari awal tahun 1900-an merupakan furniture tepat. Namun banyak juga para penghobi yang menyatakan usia furniture bisa dibilang antik jika usianya 50 tahun.
  • Beberapa bagian furniture juga harus sudah memberikan ciri termakan usia karena lamanya benda tersebut sudah diciptakan, seperti adanya goresan, sudut gelap dan lainnya.
  • Furniture yang sudah antik hampir pasti dibuat dari material yang masih alami serta bersifat keras. Anda bisa lihat di Indonesia bahwa kayu jati adalah bahan dasar terbanyak yang dipakai masyarakat. Bisa dilihat jika kayu jati semakin tahun maka akan semakin kuat, terbukti dengan bobot beratnya dan ketahanan dalam menerjang usia.
  • Furniture antik juga dibuat dari kayu utuh. Umumnya sangat minim furniture antik dibuat dari bahan selain kayu atau campuran. Jika sudah ada campuran bahan, maka umumnya sudah masuk ke furniture dengan pembuatan tambahan teknologi.
  • Engsel serta kunci pada furniture antik pun banyak berasal dari besi sehingga bisa terlihat karat dan korosi nya.

Itulah ciri furniture Asia antik yang wajib diketahui. Memang jika dilihat dari bentuk fisiknya, furniture antik tidaklah terlalu sempurna karena banyaknya bagian yang termakan usia dan cacat. Meski begitu para penghobi cenderung menyukainya karena ada nilai historis di dalamnya dengan keunikan yang dimiliki furniture antik tersebut dan bukan semata hanya pada kecantikan fisik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *