Memilih Kursi Kayu untuk Sekolah

Kursi merupakan salah setu jenis furniture yang banyak dicari di berbagai toko meubel. Bahkan kursi menduduki sebagai produk meubel paling laris. Kebutuhan masyarakat akan kursi masih sangat besar. Salah satu jenis kursi yang cukup banyak dicari adalah kursi untuk sekolah, yaitu kursi kayu yang didesain sederhana tanpa ukiran. Fungsi kursi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sangatlah penting. Kursi merupakan pasangan dari bangku atau meja. Di meja dan kursilah anak-anak atau para pelajar akan mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Kursi sekolah umumnya diproduksi hampir serupa, yaitu desainnya yang polos, dengan warna cokelat. Meskipun desain kursi sekolah hampir sama antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, namun kualitas kursi sekolah yang diproduksi sangatlah bermacam-macam, sehingga wajar jika usia pakai masing-masing kursi berbeda-beda. Oleh sebab itu, pihak sekolah mesti berhati-hati jika memesan atau membeli kursi sekolah. Berikut ini adalah beberapa tips memilih kursi untuk sekolah.

Bahan yang Paling Cocok

Di dalam produksi meubel, dikenal bermacam-macam kayu untuk bahan pembuatan kursi. Umumnya, kategori atau kriteria bahan tersebut dibagi menjadi tiga macam, yaitu bahan super yang merupakan bahan berkualitas tinggi dan terbaik, bahan menengah yang cukup bisa diandalkan, dan bahan kualitas rendah. Kualitas bahan akan mempengaruhi usia pakai sebuah furniture, begitu pula dengan kursi kayu. Bahan kualitas super misalnya adalah kayu jati yang usianya tua, atau kayu dari hutan Kalimantan. Sedangkan kayu kualitas menengah adalah akasia dan lain sebagainya. Dan kayu dengan kualitas rendah adalah kayu campuran dan sejenis kayu rapuh seperti kayu pohon kelapa.

Untuk kursi sekolah, sebaiknya memilih bahan kelas menengah, agar tidak terlalu mahal dan tidak terlalu berat ketika diangkat, sebab biasanya kursi sekolah akan sering dipindah-pindah untuk berbagai keperluan. Kursi kelas menengah dari akasia atau mahoni, selain lebih ringan, juga memiliki usia pakai sekitar sepuluh tahun, bahkan bisa lebih tergantung perawatan.

Ukuran Kursi

Umumnya, pihak sekolah akan menyeragamkan kursi. Kursi untuk anak kelas 1 SD akan sama dengan kursi anak yang duduk di kelas 6 SD. Padahal secara postur, ukuran tubuh mereka sangat berbeda. Sehingga sebenarnya kursi satu ukuran tidak cocok untuk semua anak sekolah, khususnya yang duduk di kelas 3 ke bawah. Sesuaikanlah ukuran kursi yang dipesan dengan postur tubuh rata-rata anak. Misalnya, kursi untuk anak kelas 1 SD dibuat lebih kecil dan lebih rendah dibandingkan dengan kursi untuk kelas 3 SD. Hal ini juga akan mempengaruhi harga, sebab akan lebih menghemat bahan.

Perhatikan Pengecatan

Biasanya, pihak sekolah akan langsung terima jadi kursi pesanannya, tanpa mempedulikan kualitas pengecatan atau pewarnaan kursi kayu yang dipesan tersebut. Padahal, kualitas pengecatan akan mempengaruhi usia kursi. Pastikan bahwa kursi yang dipesan tersebut dibaluri dengan cat yang dicampur dengan anti rayap dan dilapisi dengan semprotan silokon. Selain lebih kinclong, kursi akan lebih tahan lama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *