Ketahui Dulu Ciri-Ciri dari Lemari Antik Sebelum Anda Membelinya

Mebel antik memiliki karakteristik tertentu dari gaya dan metode konstruksi yang membantu membedakan potongan asli dari reproduksi dan palsu. Identifikasi mebel antik adalah subjek yang mencakup area yang sangat luas. Ini juga merupakan subjek yang bisa tampak membingungkan bagi seseorang yang tertarik pada furniture antik, khususnya untuk jenis lemari antik yang jarang untuk dijumpai.

Ketahui Dulu Ciri-Ciri dari Lemari Antik Sebelum Anda Membelinya

Belajar beberapa tips dan trik dasar yang digunakan oleh kolektor dan dealer antik yang berpengalaman akan membantu Anda untuk mengetahui segala hal tentang barang antik lebih mendalam lagi. Bahkan seorang kolektor pemula pengetahuan umum yang diperlukan untuk mengidentifikasi sepotong mebel antik. Gaya furniture dapat ditentukan dengan studi yang cermat dan mengingat elemen desain apa yang dianut masing-masing.

Untuk membantu memahami apa yang mendefinisikan setiap periode, berikut adalah beberapa elemen desain utama untuk setiap periode. Pada biasanya furniture antik akan terlihat seperti berikut:

  • Praktis dan kokoh.
  • Garis-garis gaya furniture yang cenderung jernih.
  • Memiliki fasad yang mungkin dihiasi dengan butiran tebal kenari atau veneer maple.
  • Dibingkai oleh band-band hias.
  • Moldings dan turnings dibesar-besarkan.
  • Belokan berbentuk baluster dan penggunaan C-scroll cukup umum.
  • Memiliki kaki bulat atau oval. Satu pengecualian untuk ini dikenal sebagai kaki Spanyol, yang menyala ke gulungan.
  • Woods cenderung maple, walnut, pinus putih atau pinus kuning selatan.

Berikut ini ada beberapa ciri yang menunjukan bahwa lemari yang Anda miliki adalah lemari antik, yaitu:

  • Pastikan lemari tersebut memiliki kekuatan.

Anda mungkin akan menemukan lecet dan goresan dari penuaan dalam beberapa tahun sekitar 100 tahun. Sehingga semakin tuanya lemari tersebut, maka akan semakin antik pula lemari tersebut.

BACA JUGA: KETAHUI KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MEJA ANTIK

  • Bagian dari sejarah.

lemari yang antik memang memiliki nilai sejarah tersendiri, sehingga hal inilah yang menjadikan harga lemari yang masuk dalam kategori antik dibandrol dengan harga yang tidaklah murah. Hal ini pun juga menjadikan para kolektornya merasakan kepuasan tersendiri atas barang antik yang dimilikinya.

  • Furniture murni masih hidup.

Dikatakan lemari yang antik apabila terbuat dari furniture bahan murni atau furniture kayu sejati, dan mereka masih hidup bahkan setelah mengubah bentuk mereka menjadi furniture. Dengan demikian mereka bernafas dan mengambil ekspansi atau kontraksi tergantung pada musim. Ini adalah karakteristik papan murni dan bukti bahwa mereka hidup ketika fenomena kesenjangan muncul.

Kayu yang paling populer digunakan pada jenis lemari yang antik yaitu kayu mahoni, dengan kenari, maple dan ceri juga hadir. Kaki menjadi lurus dan perbedaan regional masih ada dalam elemen desain, seperti kaki. Cakar dan kaki bola menjadi lebih besar dan lebih dekoratif. Itulah seputar informasi mengenai ciri-ciri lemari antik yang dapat Anda ketahui.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *