Kelebihan dan Kekurangan Kursi Kayu Dibandingkan Bahan Lain

Salah satu jenis furniture yang cukup laris di pasaran dan menjadi kebutuhan wajib setiap rumah tangga adalah kursi. Permintaan akan kursi, baik model baru atau model lama, baik yang berbahan kayu hingga lainnya, masih terus besar seakan tidak pernah sepi. Produsen kursi terus memproduksi kursi tanpa mengenal musim, bahkan permintaan tersebut meningkat sangat tajam menjelang lebaran. Meskipun usia kursi relatif panjang, yaitu hingga belasan tahun, namun bukan berarti permintaan akan kursi mengalami penurunan, justru sebaliknya. Di toko-toko meubel, furniture yang paling laris justru adalah kursi, yang penjualannya jauh di atas lemari. Hal ini menunjukkan bahwa kursi merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi atau menghias rumah mereka. Salah satu jenis kursi yang cukup laris di pasaran adalah kursi berbahan kayu. Berikut ini akan dibahas mengenai kelebihan dan kekurangan kursi kayu dibandingkan dengan kursi berbahan lain.

  1. Lebih Tahan Lama

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kursi kayu akan lebih tahan lama dan memiliki jangka waktu pemakaian yang lebih panjang dibandingkan dengan kursi plastik atau kursi berbahan material lainnya. Kursi berbahan kayu, apalagi jika kayunya adalah kayu pilihan dan berkualitas unggul, akan mampu bertahan selama belasan bahkan hingga di atas dua puluh tahun.

Penyebab dari kursi kayu menjadi lapuk hanyalah rayap atau penggunaan yang tidak wajar. Selebihnya, kursi kayu akan lebih tahan, terutama dalam menopang bobot tubuh orang yang mendudukinya. Tidak heran jika banyak orang yang lebih cenderung membeli kursi berbahan kayu dibandingkan dengan bahan lainnya.

  1. Catnya Dapat Diperbarui

Selain lebih awet, cat atau warna kursi kayu dapat diperbarui. Misalnya dengan cara menambahkan dengan pelitur atau pelamir, sehingga warna kursi akan terlihat seperti baru. Jika warna kursi sudah pudar, bisa langsung dicat ulang dengan warna yang senada atau jika sudah bosan dengan warnanya bisa diganti dengan warna lainnya sesuai dengan selera.

  1. Dudukannya Keras, Kurang Empuk

Namun di antara beberapa kelebihannya, kursi berbahan kayu tetap memiliki kekurangan. Di antara kekurangannya adalah dudukannya keras, kurang empuk, sehingga orang yang duduk di kursi berbahan kayu tersebut tidak betah untuk duduk berlama-lama. Tidak jarang, kursi berbahan utama kayu akan dilapisi dengan busa atau bahan lain agar lebih nyaman ketika digunakan untuk duduk.

  1. Relatif Lebih Berat Dibandingkan dengan Sofa

Tidak hanya dudukannya yang keras, kekurangan kursi kayu dibandingkan dengan kursi berbahan busa, karet, atau bahan lainnya, adalah bobotnya yang relatif lebih berat. Kursi berbahan kayu, terutama kayu dengan kualitas terbaik seperti kayu jati, akan sangat berat ketika diangkat. Tidak heran jika untuk pemakaian dalam jangka waktu pendek, orang cenderung lebih memilih kursi karet atau sofa dibandingkan dengan kursi dari material kayu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *