Furniture Antik untuk Hiasan Cafe

Salah satu tempat nongkrong favorit anak muda adalah cafe. Membuka cafe merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, terutama jika lokasi cafe tersebut cukup stategis dekat dengan pusat keramaian. Meski tergolong bisnis yang menguntungkan, mengelola cafe membutuhkan berbagai inovasi agar pengunjung yang datang bisa ramai dan betah berlama-lama nongkrong di cafe tersebut. Salah satu siasat yang bisa ditempuh untuk membuat tampilan cafe menjadi menarik adalah mengatur tata letak ruangan dan memilih furniture yang tepat untuk diletakkan di cafe tersebut. Furniture yang tepat akan dapat memberikan nuansa yang khas, sehingga cefe tersebut terasa berbeda dengan cafe lainnya. Cara untuk memperindah tampilan cafe yang paling mudah adalah dengan cara memberi furniture antik di cafe tersebut. Furniture atau perabotan antik dapat membuat para pengunjung tertarik akan tampilan cafe, sehingga bisa dijadikan sebagai background untuk berfoto ria. Berikut ini akan dibahas mengenai furniture-furniture antik yang dapat dijadikan sebagai hiasan cafe.

  1. Seperangkat Meja dan Kursi Tamu

Letakkanlah seperangkat meja dan kursi tamu yang antik atau memiliki nilai historis, misalnya meja dan kursi tamu dari tahun 1950-an, atau kursi dari rotan buatan tahun tua. Meja dan kursi tamu antik tersebut harus diletakkan di bagian tengah cafe, atau di tempat stategis yang dapat dilihat dengan mudah oleh para pengunjung cafe, namun juga tidak mengganggu tata letak ruangan cafe. Fungsi dari seperangkat meja dan kayu yang merupakan furniture antik tersebut adalah untuk membangun nuansa cafe. Seperangkat meja dan kursi tamu yang antik akan semakin cocok diletakkan di cafe atau restoran yang menjual makanan-makanan tradisional.

  1. Lemari Kayu Kombinasi Kaca

Selain seperangkat meja dan kursi tamu, furniture lain yang dapat dijadikan hiasan cafe adalah lemari kayu dengan kombinasi kaca di bagian pintunya, sehingga fungsinya mirip dengan lemari etalase. Isilah lemari antik tersebut dengan benda-benda yang menarik dan memiliki nilai seni, terutama benda-benda yang sudah jarang ditemukan, misalnya setrika arang, gelas dan piring antik, dan benda-benda bernilai seni lainnya. Lemari kayu yang berfungsi sebagai etalase tersebut bisa diletakkan di sekitar pintu masuk atau di dekat kasir, sehingga pengunjung bisa mengisi waktu dengan melihat isi dari lemari tersebut ketika sedang antre di kasir, baik ketika akan memesan makanan atau ketika antre membayar.

  1. Hiasan Dinding

Selain furniture seperti meja kursi dan lemari, jenis furniture antik lainnya yang dapat dijadikan sebagai hiasan cafe adalah berbagai hiasan dinding seperti pigura kuno yang mengandung nilai seni, berbagai jenis hiasan ukiran untuk diletakkan di dinding, bahkan bisa juga plang toko kuno. Hiaslah dinding-dinding cafe, terutama sudut yang mudah dilihat oleh pengunjung, agar cafe tidak terkesan kosong melompong. Hiasan cafe dan furniture yang dipilih harus disesuaikan dengan tema dan konsep cafe agar tampilan cafe lebih selaras.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *