Cara Membedakan Lemari Antik Asli dan Palsu

Furniture antik memang populer di kalangan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah lemari antik. Namun, karena banyaknya orang yang mencari barang-barang antik, muncul banyak pedagang yang membuat barang-barang antik tiruan. Mereka membuat imitasi produk furniture yang hampir mirip dengan aslinya, bahkan seringkali susah untuk dibedakan. Oleh karena itu, apabila ingin membeli furniture antik, seperti lemari, maka hal-hal berikut ini perlu diperhatikan agar tidak terkecoh antara furniture antik asli dengan yang palsu:

  • Bahan Dasar

Barang antik biasanya terbuat dari kayu yang usianya sudah lebih dari 100 tahun, furniture antik biasanya menggunakan bahan dasar kayu yang keras seperti kayu jati. Semakin tua dan semakin keras kayu tersebut, maka urat kayu tersebut akan semakin menonjol, bahkan ketika dilihat dengan mata telanjang atau ketika meraba kayu tersebut. Furniture antik yang asli biasanya terbuat dari kayu yang utuh, bukan kayu sambungan. Untuk mengecek lemari antik, perhatikan engsel atau kuncinya, apabila terdapat korosi atau karat, maka bisa dipastikan bahwa furniture tersebut asli.

  • Cari Referensi

Ketika hendak membeli furniture antik, tak ada salahnya untuk mencari info terlebih dahulu tentang furniture antik yang sedang diincar, kemudian identifikasi ciri-cirinya dan bandingkan dengan furniture antik yang ditawarkan.

  • Amati Di Bawah Sinar Terang

Untuk mengetahui keaslian furniture, maka amati di bawah sinar terang, seperti misalnya sinar matahari saat siang hari. Untuk furniture antik biasanya ada tanda-tanda bahwa ia telah digunakan dalam waktu yang lama dengan adanya keretakan, noda, atau permukaan yang tak halus lagi.

  • Pelajari Bahan Finishing

Amati bahan finishing yang digunakan, pada furniture antik yang dproduksi tahun 1800 hingga 1900 an biasanya menggunkaan minyak dan waxes karena pada masa itu cat jarang digunakan.

Baca juga: CIRI KHAS UKIRAN LEMARI ANTIK JEPARA

  • Tanda Reparasi atau Perbaikan

Perhatikan pula apakah furniture tersebut mempunyai bagian bekas reparasi atau perbaikan, tanda-tanda adanya perbaikan serta reparasi ini biasanya adalah adanya bekas tamabalan, pemasangan kayu tang tidak pas, serta penggunaan veneer.

  • Lihat Bagian Pintu dan Laci

Untuk menentukan sebuah lemari itu antik ataukah tidak, salah satu caranya adalah dengan melihat bagian Dovetails, dimana sambungan yang digunakan untuk menyatukan potongan-potongan kayu. Sambungan di masa lalu dibuat secara manual sehingga tidak seraga,, sedangkan untuk sambungan saat ini lebih simetris dan presisi karena dibuat oleh mesin pabrik. Oleh karena itu apabila terdapat dovetails yang sangat simetris, besar kemungkinan bahwa furniture tersebut tidak antik.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin membeli lemari antik. Membeli barang antik haruslah teliti dan jangan sampai terkecoh, karena apabila terkecoh, hal ini tentunya bisa menimbulkan kerugian karena ketidakpahaman akan barang antik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *